BIAK, ARAHWARTA.ID – Sebuah ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II mengguncang kawasan Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT.
Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan sedikitnya lima warga meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Selain korban jiwa, belasan warga mengalami luka-luka dan puluhan lainnya terpaksa mengungsi akibat kerusakan yang ditimbulkan ledakan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan terjadi di area permukiman padat penduduk yang berada di sekitar pesisir. Kekuatan ledakan menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah serta memicu kepanikan warga sekitar.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengatakan pihak kepolisian bersama TNI, Basarnas, Brimob, dan instansi terkait masih melakukan pengamanan serta penyelidikan di lokasi kejadian. Aparat juga memasang garis polisi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya material berbahaya lain di sekitar lokasi ledakan.
Data sementara menunjukkan sedikitnya 19 warga mengalami luka-luka dan 55 jiwa mengungsi dari area terdampak. Sementara itu, tim Gegana dan aparat gabungan diterjunkan untuk melakukan sterilisasi serta memastikan lokasi benar-benar aman bagi masyarakat.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada bom sisa peninggalan Perang Dunia II yang masih aktif dan berada di sekitar kawasan tersebut. Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kejadian maupun menyentuh benda mencurigakan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Aparat gabungan masih melanjutkan proses pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan serta melakukan pendataan kerusakan rumah dan fasilitas warga yang terdampak akibat ledakan tersebut.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus melakukan penanganan darurat bagi warga yang terdampak, termasuk penyediaan tempat pengungsian dan kebutuhan dasar bagi para korban.















