NABIRE, ARAHWARTA.ID – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong keterlibatan generasi muda dalam meningkatkan kesadaran pencegahan stunting dan memperkuat semangat bela negara melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Gen Z Papua Tengah di Aula Guest House, Nabire, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan bertema “Aksi Nyata Sadar Stunting dan Menyebarluaskan Energi Positif Bela Negara” tersebut dibuka melalui sambutan Gubernur Papua Tengah yang diwakili Asisten I Setda Provinsi Papua Tengah, Alanthino Wiay, S.STP., M.Si. Forum ini menjadi ruang diskusi bagi generasi muda untuk memahami persoalan kesehatan dan kebangsaan serta peran yang dapat mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutan gubernur, Alanthino menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kesadaran terhadap stunting dan penguatan semangat bela negara merupakan hal penting dalam mempersiapkan generasi muda yang peduli terhadap kesehatan masyarakat dan masa depan daerah.
Ia menekankan bahwa generasi muda tidak hanya berperan sebagai penerus pembangunan, tetapi juga ikut menentukan arah masa depan Papua Tengah. Perkembangan daerah tidak hanya bergantung pada program pemerintah, melainkan turut dipengaruhi oleh pola pikir, tindakan, kreativitas, dan kontribusi generasi muda.
Karena itu, Generasi Z diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif. Media digital dapat menjadi sarana untuk menyebarkan edukasi, membangun kepedulian sosial, serta memperkuat nilai persatuan dan kebangsaan di tengah masyarakat.
Dalam upaya pencegahan stunting, generasi muda juga dapat berkontribusi melalui penyebaran informasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kesadaran masyarakat terhadap tumbuh kembang anak. Peran tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak agar edukasi kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Sementara itu, semangat bela negara tidak hanya diwujudkan melalui tindakan formal, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari, seperti menjaga persatuan, menghormati perbedaan, berpartisipasi dalam kegiatan positif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Kegiatan FGD Gen Z Papua Tengah tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, Ketua Generasi Z Provinsi Papua Tengah, Marsel Asyerem, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pdt. Markas, M.Th., menjadi narasumber dalam kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan pelajar tersebut.
Melalui forum diskusi ini, generasi muda diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai stunting dan bela negara, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi aksi nyata di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, dan masyarakat.
Keterlibatan aktif Generasi Z diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat semangat persatuan sebagai bagian dari pembangunan Papua Tengah.















