MIMIKA, ARAHWARTA.ID – Ikatan Pemuda Kwamki Narama (IPKN) berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menggelar aksi penanaman 280 bibit tanaman jangka panjang di depan Balai Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Jumat (10/7/2026). Meski diguyur hujan, kegiatan tetap berlangsung dengan semangat sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas organisasi kepemudaan.
Kegiatan tersebut dibuka secara simbolis oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Herry Onawame, didampingi Kepala Distrik Kwamki Narama, Naftali Edwin Hanuaebu, serta Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Yusak Sawaki. Turut hadir para tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan warga Kampung Damai yang bersama-sama mengikuti aksi penghijauan tersebut.
Ketua Panitia, Painus Magai, mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi mewariskan alam yang lestari bagi generasi mendatang,” ujar Painus.
Painus menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana tindak lanjut yang telah disepakati para pemuda pasca pelaksanaan “Nobar Pesta Babi”. Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut perlu diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Agenda ini merupakan bagian dari rencana tindak lanjut pasca Nobar Pesta Babi. Kami ingin memastikan semangat kebersamaan yang telah terbangun tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi terus diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, penanaman bibit tanaman jangka panjang diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan Kampung Damai yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Senada dengan itu, Kepala Kampung Damai, Lutter Wonda, menilai keberadaan ruang terbuka hijau perlu terus dijaga di tengah pesatnya pembangunan yang berlangsung di Kabupaten Mimika. Menurutnya, penanaman pohon merupakan simbol harapan sekaligus komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian bumi.
“Menanam pohon bukan sekadar menanam bibit ke dalam tanah, tetapi juga menanam harapan, kepedulian, dan komitmen bersama demi masa depan anak cucu kita,” tutur Lutter.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan gerakan peduli lingkungan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Sementara itu, dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Herry Onawame, Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan apresiasi atas inisiatif yang digagas IPKN bersama HMI dan GMKI.
Menurut Herry, isu lingkungan bukan lagi sekadar menjadi pembahasan global, melainkan tantangan nyata yang harus dihadapi seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mimika seiring meningkatnya pembangunan.
“Isu lingkungan bukan sekadar wacana global, melainkan tantangan nyata di Kabupaten Mimika. Pertumbuhan pembangunan menuntut kita semua untuk lebih bijaksana dalam menjaga keseimbangan alam,” ungkap Herry membacakan sambutan Bupati Mimika.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga lingkungan sehingga dibutuhkan kemitraan strategis dengan organisasi kepemudaan, mahasiswa, maupun masyarakat.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan melalui pemikiran, tetapi juga sebagai agen aksi nyata. Satu pohon yang kita tanam mungkin terlihat kecil, namun jika dirawat bersama, ia akan menjadi warisan oksigen, pelindung dari erosi, dan peneduh bagi generasi mendatang,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap aksi penanaman pohon tersebut menjadi awal dari gerakan penghijauan yang berkelanjutan dan mampu menginspirasi lebih banyak organisasi kepemudaan maupun masyarakat untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui kolaborasi lintas organisasi dan dukungan pemerintah daerah, aksi penanaman 280 bibit pohon ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Mimika.















