Scroll untuk baca artikel
DAERAHPAPUATak Berkategori

TPNPB Minta Maaf kepada Warga Jila, Desak Sanksi Berat terhadap Egianus Kogoya dan Kodap III Ndugama

×

TPNPB Minta Maaf kepada Warga Jila, Desak Sanksi Berat terhadap Egianus Kogoya dan Kodap III Ndugama

Sebarkan artikel ini

TIMIKA, PAPUA TENGAH — Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Distrik Jila, Kabupaten Mimika, khususnya masyarakat Suku Amungme, terkait peristiwa penyanderaan sembilan perempuan serta dugaan pembunuhan dan penyiksaan terhadap seorang ibu di wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui siaran pers tertanggal 25 Agustus 2026 yang ditandatangani dan disampaikan oleh Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM.

Dalam pernyataannya, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyebut tindakan terhadap warga sipil, apabila terbukti dilakukan oleh anggota atau jajaran mereka, merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan garis perjuangan dan aturan organisasi.

TPNPB juga menyatakan akan memberikan sanksi berat terhadap Brigjen Egianus Kogoya bersama jajaran Kodap III Ndugama apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya keterlibatan dalam tindakan terhadap masyarakat sipil.

“Perjuangan akan tetap dilanjutkan dengan fokus menghadapi aparat keamanan Indonesia serta pihak-pihak yang dianggap bekerja sebagai mata-mata, dan bukan menjadikan warga sipil yang tidak bersalah sebagai sasaran,” demikian pernyataan tersebut.

Dalam siaran pers itu, TPNPB menegaskan bahwa masyarakat sipil, khususnya masyarakat asli Papua, tidak seharusnya menjadi sasaran tindakan kekerasan.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga mengimbau masyarakat Papua dan masyarakat internasional agar berhati-hati dalam menerima informasi terkait peristiwa di Jila. Mereka meminta informasi mengenai sikap dan kebijakan organisasi merujuk pada saluran resmi TPNPB.

TPNPB turut menuding adanya penyebaran informasi yang dinilai bertujuan merusak citra organisasi. Namun, tudingan tersebut merupakan klaim dari pihak TPNPB dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Sebelumnya, peristiwa di Distrik Jila menjadi perhatian setelah muncul laporan mengenai penyanderaan sembilan perempuan serta kekerasan terhadap warga sipil. Perkembangan dan kondisi para korban masih perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi dan independen.

Siaran pers tersebut mencantumkan nama Jenderal Goliath Tabuni sebagai Panglima Tinggi TPNPB-OPM, Letjen Melkisedek Awom sebagai Wakil Panglima, Mayjen Terianus Satto sebagai Kepala Staf Umum, serta Mayjen Lekagak Telenggen sebagai Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *