MIMIKA, ARAHWARTA.ID – Kepengurusan Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Kabupaten Mimika resmi dilantik pada 30 Agustus 2026. Pelantikan berlangsung di Aula Masjid At-Takwa, Timika, dan dihadiri sejumlah tokoh agama, organisasi kepemudaan, serta elemen masyarakat.
Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan baru PMI Mimika untuk memperkuat peran generasi muda dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan pembangunan daerah.
Ketua PMI Mimika, Muhammad Ardhi Chairun, S.E., dalam sambutannya mengatakan pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab untuk mendedikasikan energi, pemikiran, dan waktu bagi kemaslahatan umat serta kemajuan Tanah Mimika.
“Pemuda Muslim Indonesia harus hadir sebagai perekat, bukan pemisah. Kita hidup di Timika, sebuah wilayah yang kaya akan keberagaman. Karena itu, pemuda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan, toleransi, dan kerukunan,” ujar Muhammad Ardhi Chairun.
Menurutnya, terdapat tiga peran utama yang harus dijalankan kepengurusan baru PMI Mimika.
Pertama, PMI Mimika diharapkan menjadi Pilar Moderasi dengan mengambil peran dalam mendorong toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Peran tersebut dinilai penting untuk menjaga keharmonisan masyarakat Mimika yang memiliki latar belakang beragam.
Kedua, PMI Mimika diharapkan menjadi Mitra Strategis Pemerintah Daerah dengan mendukung berbagai program pembangunan serta memberikan gagasan dan solusi konkret terhadap persoalan sosial dan kepemudaan.
Ketiga, organisasi akan mendorong Pemberdayaan Pemuda melalui peningkatan kapasitas kader, pengembangan ekonomi kreatif, penguatan literasi digital, serta pembinaan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pihak turut menyampaikan sambutan, di antaranya Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Pimpinan Pusat PMI, Dudung Syamsuddin, Penasehat Pimpinan Cabang PMI Mimika, Yasir, serta Ketua DPD II KNPI Mimika, Rafael Taorekeyau.
Pelantikan turut dihadiri Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Ketua KNPI Mimika beserta jajaran, perwakilan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), serta sejumlah pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan membuka ruang kolaborasi lintas organisasi di Kabupaten Mimika.
Muhammad Ardhi Chairun menyampaikan, kepengurusan PMI Mimika ke depan juga akan mendorong pengembangan organisasi hingga ke tingkat bawah. Salah satu agenda yang disiapkan adalah membangun kolaborasi untuk pembentukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) PMI di sejumlah wilayah.
Menurutnya, pengembangan struktur organisasi tersebut diharapkan dapat memperluas ruang pengabdian PMI sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan kepemudaan.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, tokoh agama, serta organisasi kepemudaan dapat membuka ruang kolaborasi dan memberikan bimbingan. Dengan demikian, pemuda-pemuda ini dapat bertumbuh menjadi pemimpin masa depan yang amanah,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjaga soliditas organisasi, menyatukan langkah, dan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam menjalankan program organisasi.
“Selamat bekerja kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Mari satukan barisan, turunkan ego, dan mulailah berkarya nyata untuk masyarakat,” tegasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru tersebut, PMI Mimika diharapkan mampu menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat peran pemuda sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Semangat persatuan, moderasi, pemberdayaan, dan kolaborasi diharapkan menjadi landasan PMI Mimika dalam menjalankan amanah organisasi sekaligus mempersiapkan kader-kader muda yang berintegritas, berkapasitas, dan mampu menjadi pemimpin masa depan bagi Tanah Mimika.















