Scroll untuk baca artikel
DAERAH

Alumni USTJ Soroti Pengibaran Bendera Bintang Kejora dalam Aksi Mahasiswa

×

Alumni USTJ Soroti Pengibaran Bendera Bintang Kejora dalam Aksi Mahasiswa

Sebarkan artikel ini

JAYAPURA, ARAHWARTA.ID – Aksi sejumlah mahasiswa di lingkungan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) mendapat sorotan dari salah seorang alumni kampus tersebut. Sorotan itu disampaikan menyusul adanya aksi yang, menurut keterangan alumni, membawa tuntutan referendum Papua dan diwarnai pengibaran bendera Bintang Kejora.

Alumni USTJ, Mohammad Zulham Temongmere, mengatakan aksi tersebut berlangsung sekitar pukul 11.00 WIT dan dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USTJ.

Menurut Zulham, massa aksi berjumlah sekitar delapan hingga sepuluh orang dan menyampaikan sejumlah aspirasi, termasuk tuntutan referendum Papua kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam keterangannya, Zulham menyebut di tengah aksi terdapat salah seorang mahasiswa yang mengibarkan bendera Bintang Kejora. Beberapa saat kemudian, menurut dia, bendera tersebut dinaikkan pada tiang bendera di lingkungan kampus.

Zulham juga mengklaim bahwa sebelum bendera Bintang Kejora dinaikkan, bendera Merah Putih yang berada di tiang tersebut telah diturunkan oleh massa aksi.

Selain itu, menurut keterangan Zulham, terdapat pula bendera yang disebut sebagai simbol Republik Maluku Selatan (RMS) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dibawa dan dikibarkan di lingkungan kampus.

Zulham mengatakan dirinya menghormati kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat. Namun, ia menilai aksi di lingkungan perguruan tinggi sebaiknya tetap memperhatikan konteks akademik serta persoalan yang berkaitan dengan kepentingan kampus.

“Kampus memang sebagai sarana kebebasan berpendapat, tetapi perlu diperhatikan isu yang dibawa ketika melakukan aksi di kampus harus lebih pada isu yang krusial terkait kampus, bukan pada isu eksternal, apalagi referendum,” kata Zulham.

Ia menilai isu referendum Papua merupakan persoalan yang memiliki cakupan lebih luas dibandingkan persoalan internal kampus.

“Kampus tidak tahu-menahu persoalan referendum, sehingga sangat miris ketika isu tersebut dibawa dalam aksi yang dilakukan di lingkungan kampus,” ujarnya.

Sebagai alumni, Zulham mengaku prihatin terhadap aksi yang disebutnya melibatkan pengibaran Bintang Kejora di lingkungan USTJ.

“Sebagai alumni mahasiswa USTJ tentu saya sangat memprihatinkan aksi pengibaran bendera yang dilakukan oleh BEM PT USTJ di lingkungan kampus USTJ,” katanya.

Ia berharap mahasiswa tetap dapat menyampaikan aspirasi secara terbuka, namun dilakukan secara tertib serta memperhatikan ketentuan yang berlaku di lingkungan perguruan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *