TIMIKA, ARAHWARTA.ID – Pimpinan Cabang Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Kabupaten Mimika menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat melalui aksi pembagian masker di Sekolah Al Falah, Sekolah DDI, dan Masjid Ar Razaq.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah ancaman pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muslim Indonesia Kabupaten Mimika, Muh. Ardhi Chairun, mengatakan aksi pembagian masker tersebut merupakan wujud nyata peran pemuda dalam merespons persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, dampak kabut asap perlu menjadi perhatian bersama karena dapat mengganggu kesehatan, aktivitas pendidikan, serta kehidupan sosial masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat. Di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, kita tidak boleh tinggal diam. Pemuda harus mengambil bagian melalui aksi nyata, mengedukasi masyarakat, dan mendorong kesadaran bersama agar kesehatan menjadi perhatian utama,” ujar Ardhi.
Ia menegaskan, penanganan dampak kabut asap tidak cukup hanya melalui pembagian masker. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, aparat terkait, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan serta meningkatkan pemahaman mengenai bahaya pembakaran lahan yang tidak terkendali.
Ardhi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menghindari aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan maupun lahan.
Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama agar bencana kabut asap tidak terus berulang dan mengancam kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan di Sekolah Al Falah, Sekolah DDI, dan Masjid Ar Razaq, PMI Kabupaten Mimika berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda.
Ia menambahkan, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton ketika masyarakat menghadapi persoalan. Pemuda harus hadir, bergerak, dan memberikan kontribusi nyata sesuai kemampuan serta peran masing-masing.
Pimpinan Cabang Pemuda Muslim Indonesia Kabupaten Mimika berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial dan edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan kesehatan publik.















