Scroll untuk baca artikel
DAERAHPAPUATak Berkategori

SIARAN PERS Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Mengecam Pembunuhan dan Penyanderaan 9 Perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah

×

SIARAN PERS Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Mengecam Pembunuhan dan Penyanderaan 9 Perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah

Sebarkan artikel ini

MIMIKA, ARAHWARTA.ID — Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras dugaan pembunuhan dan penyanderaan terhadap warga sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

PGI menegaskan bahwa kekerasan terhadap masyarakat sipil, terlebih perempuan dan anak, tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, termasuk dengan mengatasnamakan perjuangan politik maupun kemerdekaan.

Berdasarkan informasi yang diterima PGI, kelompok bersenjata yang disebut sebagai Kodap III Ndugama melakukan serangan terhadap pos TNI di Kampung Jila, Distrik Jila, pada 17 Agustus 2026. Dalam rangkaian peristiwa tersebut, sembilan perempuan dilaporkan disandera.

Hingga saat ini, keberadaan dan kondisi sembilan perempuan tersebut belum diketahui secara pasti. PGI menilai keselamatan para korban harus menjadi perhatian utama dan meminta seluruh pihak mengedepankan kemanusiaan.

PGI juga mengingatkan bahwa masyarakat sipil tidak boleh dijadikan sasaran maupun alat dalam konflik bersenjata. Setiap persoalan dan perbedaan politik, menurut PGI, harus diselesaikan melalui jalan damai serta menghormati kehidupan dan martabat manusia.

PGI menyerukan kepada kelompok bersenjata yang diduga menyandera sembilan perempuan tersebut agar segera membebaskan seluruh sandera dalam kondisi selamat dan tanpa syarat.

Selain itu, PGI meminta aparat keamanan mengutamakan langkah-langkah yang menjamin keselamatan warga sipil dalam upaya penanganan situasi di Jila. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan juga didorong untuk memastikan perlindungan terhadap masyarakat serta memberikan informasi yang akurat mengenai perkembangan kondisi para korban.

PGI berharap semua pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi. Penyelesaian konflik di Papua, menurut PGI, membutuhkan pendekatan yang mengedepankan kemanusiaan, dialog, keadilan, dan penghormatan terhadap hak hidup setiap warga negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *