SAMARINDA — DPRD Kota Samarinda mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Pasar Pagi setelah aktivitas perdagangan di gedung baru dinilai belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kondisi fisik bangunan, tetapi juga bagaimana kawasan itu kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan pihaknya telah melakukan pembahasan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menginventarisasi berbagai persoalan yang terjadi di Pasar Pagi.
Menurut Iswandi, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencari solusi yang lebih tepat, sehingga pembahasan mengenai Pasar Pagi tidak hanya berkutat pada kondisi sebelumnya.
“Hasilnya kita menginventarisir, kita tidak bisa bicara yang lalu-lalu,” ujar Iswandi, Senin (24/8/2026).
Ia menilai terdapat persoalan yang perlu segera ditangani karena kondisi bangunan yang terlihat modern belum sepenuhnya berbanding lurus dengan aktivitas perdagangan. Sejumlah kios disebut masih belum terisi, sementara geliat transaksi di dalam pasar juga belum maksimal.
Iswandi menegaskan, keberhasilan Pasar Pagi tidak cukup diukur dari tampilan fisiknya. Bangunan yang baik harus mampu mendukung fungsi utama pasar sebagai ruang perdagangan dan pusat perputaran ekonomi masyarakat.
“Kalau kita utarakan bahwa memang Pasar Pagi itu secara estetik oke, tapi secara fungsi kita melihatnya fungsinya tidak berjalan,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, DPRD Samarinda berencana memperluas pembahasan melalui focus group discussion (FGD). Akademisi, komunitas, praktisi, serta pihak lain yang memiliki gagasan mengenai pengembangan kawasan pasar akan dilibatkan untuk mencari alternatif solusi.
Salah satu opsi yang mulai mencuat adalah melakukan rebranding Pasar Pagi. Menurut Iswandi, perubahan konsep diperlukan apabila pola pengelolaan dan pendekatan yang berjalan saat ini belum mampu menarik kembali aktivitas perdagangan.
“Gimana cara menghidupkan Pasar Pagi ini. Artinya kita harus rebranding ini,” jelasnya.
Namun, DPRD tidak ingin perubahan dilakukan hanya berdasarkan keputusan jangka pendek. Kajian dan masukan dari berbagai pihak tetap diperlukan agar konsep baru yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi perdagangan di kawasan tersebut.
Langkah evaluasi ini diharapkan mampu menghasilkan formula yang tidak hanya memperbaiki citra Pasar Pagi, tetapi juga mengembalikan fungsinya sebagai salah satu titik penting perekonomian Samarinda.
Bagi DPRD, keberadaan fasilitas pasar yang telah dibangun harus memberikan manfaat nyata. Aktivitas pedagang, kunjungan masyarakat, dan perputaran transaksi menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan dalam menentukan keberhasilan pengelolaan Pasar Pagi ke depan.
Melalui evaluasi dan pembahasan bersama berbagai unsur, DPRD Samarinda berharap Pasar Pagi dapat menemukan konsep yang lebih tepat, sehingga tidak berhenti sebagai bangunan yang menarik secara visual, tetapi benar-benar hidup sebagai pusat perdagangan masyarakat.
ADV/RZL















