Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALDPRD SAMARINDASamarinda

Helmi Abdullah Ajak Samarinda Perkuat Ekonomi Non-Tambang, Pariwisata dan Kuliner Jadi Andalan

×

Helmi Abdullah Ajak Samarinda Perkuat Ekonomi Non-Tambang, Pariwisata dan Kuliner Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini

SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mendorong penguatan sektor pariwisata, kuliner, perhotelan, serta perdagangan dan jasa sebagai bagian dari transformasi ekonomi menuju Samarinda yang tidak bergantung pada aktivitas pertambangan.

Menurut Helmi, kondisi geografis Samarinda yang memiliki keterbatasan lahan untuk kegiatan tambang menjadi alasan penting bagi daerah untuk mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi alternatif. Penguatan sektor usaha lokal dinilai lebih sesuai dengan karakter Samarinda sebagai kawasan permukiman sekaligus pusat pemerintahan dan jasa.

“Kalau bicara wilayah memang Samarinda untuk lahan tambang kan terbatas. Jadi khusus untuk Samarinda kita lebih menekankan kepada usaha-usaha skala mikro dan makro,” ujar Helmi Abdullah, Sabtu (10/10/2026).

Ia menilai, peralihan menuju ekonomi non-tambang perlu dibarengi dengan langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki masyarakat. Pariwisata dan kuliner, misalnya, dapat menjadi sektor yang saling mendukung dengan perhotelan, perdagangan, dan industri lokal.

Pengembangan sektor-sektor tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan usaha, mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, serta meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita lebih banyak nanti kepada bagaimana meningkatkan pendapatan pada wisata, kuliner, perhotelan, perindustrian. Karena memang lahan tambang kita terbatas di sini,” terangnya.

Helmi juga menekankan bahwa kebijakan menuju zero tambang perlu mempertimbangkan karakteristik setiap wilayah. Menurutnya, kondisi dan potensi daerah di Kalimantan Timur tidak sama, sehingga strategi pembangunan ekonomi tidak dapat diterapkan secara seragam.

Daerah yang masih memiliki potensi pertambangan luas dapat mempertimbangkan sektor tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, Samarinda perlu mengoptimalkan sektor jasa dan usaha produktif yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi wilayahnya.

“Tapi bagi daerah-daerah lain saya kira cukup punya potensi yang sangat besar untuk menggarap tambang itu. Jadi mungkin beda wilayah, beda juga kebijakannya,” pungkas Helmi.

DPRD Kota Samarinda berharap penguatan ekonomi non-tambang dapat menjadi pijakan bagi pembangunan daerah yang lebih beragam dan berkelanjutan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sektor pariwisata, kuliner, perhotelan, dan perdagangan diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

ADV/RZL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *