JAYAPURA, ARAHWARTA.ID — Asosiasi Pemilih Pemula (APP) menggelar webinar bertajuk “Memahami Kemerdekaan, Menuntaskan Kesetaraan: Refleksi Atas Hak dan Partisipasi Politik Perempuan”, Minggu (16/8/2026).
Webinar yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini menjadi ruang diskusi untuk membahas pemenuhan hak politik perempuan sekaligus mendorong penguatan partisipasi perempuan dalam kehidupan demokrasi.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya Ketua KPU Provinsi Papua Diana Dothea Simbiak, Anggota Bawaslu Provinsi Papua Yofrey Pirmanta N. Kebelen, Sekretaris DPW PSI Provinsi Papua Tisa Aprillia R. Mabudun, Dosen Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Endang Sari, S.IP., M.Si., serta PJS Ketua Umum HMMI Komatirit FIKP Rini Yanti.
Founder APP Prayoga Romin Saputra turut hadir sebagai keynote speaker. Dalam penyampaiannya, Prayoga menegaskan bahwa kesetaraan merupakan hak fundamental yang melekat pada setiap warga negara, termasuk perempuan.
Menurutnya, kesetaraan harus diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang politik. Negara dinilai memiliki peran penting untuk memastikan perempuan mendapatkan akses dan kesempatan yang setara dalam proses politik.
“Equality adalah hak setiap warga negara tidak terkecuali perempuan dalam segala hal termasuk dalam aspek politik. Oleh karena itu, Negara harus mengambil peran serius untuk memastikan bahwa rasa kesetaraan bisa diakses oleh setiap perempuan dalam kontestasi politik hingga struktural politik. Mari mengawal wacana ini hingga perempuan mendapatkan tempatnya,” ujar Prayoga.
Prayoga juga menilai perjuangan kesetaraan politik perempuan tidak cukup hanya diukur melalui angka keterwakilan. Perempuan harus diberikan akses, kesempatan, ruang untuk menyampaikan aspirasi, serta kesempatan menduduki posisi strategis dalam proses pengambilan keputusan.
“Kesetaraan harus dapat dirasakan secara nyata, mulai dari proses pencalonan dan kontestasi politik hingga keterlibatan perempuan dalam struktur politik dan lembaga pengambilan kebijakan,” ujarnya.
Generasi Muda Punya Peran
Dalam webinar tersebut, generasi muda turut menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai kesetaraan dan demokrasi.
Pemilih pemula tidak hanya dituntut memahami hak dan kewajibannya dalam pemilu, tetapi juga diharapkan memiliki kesadaran kritis terhadap berbagai persoalan demokrasi, termasuk keterwakilan dan partisipasi politik perempuan.
Partisipasi perempuan dalam politik dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam membangun demokrasi yang inklusif. Keterlibatan perempuan dalam ruang politik juga diharapkan mampu memperkaya perspektif dalam proses perumusan kebijakan.
Dengan keterlibatan yang lebih luas, berbagai kepentingan masyarakat, termasuk kepentingan perempuan, diharapkan dapat terakomodasi dalam proses pengambilan keputusan.
Melalui webinar ini, APP berupaya membuka ruang dialog bagi generasi muda dan masyarakat untuk memahami bahwa kemerdekaan dan kesetaraan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kondisi ketika setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan ikut menentukan masa depan bangsa.
APP berharap pembahasan mengenai hak dan partisipasi politik perempuan tidak berhenti dalam forum webinar, tetapi dapat terus dikawal menjadi bagian dari gerakan kesadaran publik.
APP juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama mengawal agenda kesetaraan agar perempuan memiliki ruang yang semakin luas, baik dalam kontestasi politik maupun dalam struktur pengambilan keputusan.















