DOGIYAI, ARAHWARTA.ID— Kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, ke Kabupaten Dogiyai pada 7 September 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang bagi pemuda untuk menyampaikan gagasan dan isu strategis pembangunan daerah.
Momentum tersebut mendapat perhatian dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang mendorong organisasi kepemudaan di Dogiyai untuk mempersiapkan sejumlah isu penting yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah ke Dogiyai sendiri merupakan bagian dari agenda pemerintah provinsi untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan, memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
KNPI menilai pemuda perlu mengambil posisi sebagai mitra kritis pemerintah. Karena itu, berbagai persoalan seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, lapangan kerja bagi orang asli Papua, serta pengembangan potensi pemuda dinilai perlu menjadi bagian dari pembahasan.
Pemuda jangan hanya hadir sebagai peserta penyambutan, tetapi harus mampu hadir membawa gagasan dan solusi bagi pembangunan Dogiyai.
Dorongan tersebut menjadi penting mengingat kunjungan kerja kepala daerah dapat menjadi kesempatan strategis untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat secara langsung kepada pemerintah provinsi.
Sementara itu, persiapan kunjungan Gubernur Papua Tengah di Dogiyai terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Dogiyai bersama unsur Forkopimda telah melakukan koordinasi terkait agenda pemerintahan, penyambutan adat, keamanan, hingga kesiapan lokasi kegiatan. ([Nabire.Net][2])
Selain itu, ASN asal Dogiyai yang bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga telah melakukan konsolidasi untuk mendukung kelancaran kunjungan tersebut. Koordinasi mencakup pembagian tugas serta teknis penyambutan rombongan gubernur di Bandara Moanemani.
Kunjungan Gubernur Meki Nawipa diharapkan menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat Dogiyai. Bagi kalangan pemuda, momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memastikan suara generasi muda masuk dalam agenda pembangunan Papua Tengah.
Dengan demikian, keterlibatan pemuda diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui kontribusi nyata dalam mengawal program pemerintah dan mendorong pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.















