INTAN JAYA, ARAHWARTA.ID – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 kembali melakukan penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Papua. Seorang pria berinisial PP (25) alias P diamankan karena diduga merupakan anggota KKB yang tergabung dalam Kodap III Dulla di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Penangkapan dilakukan oleh tim Satgas Ops Damai Cartenz pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIT di Kampung Bajemba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan sebuah telepon genggam yang kini dijadikan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengatakan terduga langsung dibawa ke Posko Satgas Ops Damai Cartenz guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Terduga telah diamankan dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik untuk mendalami dugaan keterlibatannya dalam jaringan KKB Kodap III Dulla,” ujarnya.
Penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan penyelidikan aparat terkait sejumlah aksi kekerasan bersenjata yang terjadi di wilayah Intan Jaya. Penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, serta mendalami peran terduga dalam berbagai peristiwa yang tengah ditangani.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa aparat akan terus melakukan penegakan hukum secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku demi menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Papua.
“Setiap pelaku yang diduga terlibat dalam tindak pidana kekerasan akan diproses sesuai hukum. Penegakan hukum ini merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.
Satgas Ops Damai Cartenz juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat diharapkan berperan aktif dengan menyampaikan informasi kepada aparat apabila mengetahui aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan di wilayahnya.
Hingga kini, penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan KKB yang beroperasi di Kabupaten Intan Jaya.















