MIMIKA, ARAHWARTA.ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mimika bekerja sama dengan Merah Pusaka Strategik Indonesia menggelar Diskusi Publik bertajuk “Suara Anak Muda Papua: Merawat Damai, Menguatkan Demokrasi, Menjemput Masa Depan yang Setara”di Rest Area Coffee Shop, Timika, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang dialog bagi generasi muda Papua untuk bertukar gagasan, membangun kesadaran kolektif, serta memperkuat peran pemuda dalam menjaga perdamaian dan mengawal kehidupan demokrasi yang sehat di Tanah Papua.
Diskusi menghadirkan tiga narasumber, yakni Prayoga Romin Saputra, Charles Kossay, dan Painus Magai. Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti pentingnya keterlibatan aktif generasi muda sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi melalui dialog, kolaborasi, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Ketua Umum HMI Cabang Mimika, Prayoga Romin Saputra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menghadirkan ruang intelektual yang mendorong lahirnya gagasan-gagasan konstruktif bagi pembangunan Papua. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi pelopor dalam menjaga persatuan, memperkuat demokrasi, serta mendorong terciptanya pembangunan yang adil dan inklusif.
Selama berlangsungnya diskusi, peserta yang terdiri dari mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum menunjukkan antusiasme tinggi. Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman Papua.
Melalui kegiatan ini, HMI Cabang Mimika berharap budaya dialog yang terbuka dan konstruktif dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda. Selain menjadi wadah bertukar pikiran, forum ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi dan gagasan yang dapat berkontribusi bagi pembangunan Papua yang lebih damai, demokratis, dan berkeadilan.
Diskusi Publik “Suara Anak Muda Papua” menjadi wujud nyata komitmen HMI Cabang Mimika dalam membangun tradisi intelektual, memperkuat semangat kebangsaan, serta mendorong lahirnya generasi muda Papua yang kritis, solutif, dan siap menjadi motor penggerak perubahan menuju masa depan yang lebih setara.















