NABIRE, ARAHWARTA.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan di seluruh wilayah Papua Tengah. Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal yang berlangsung di Nabire.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi darurat yang berisiko mengancam keselamatan ibu hamil, ibu bersalin, maupun bayi baru lahir.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Papua Tengah, angka kematian ibu pada tahun 2025 tercatat masih berada pada angka 151,57 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara angka kematian bayi mencapai 6,80 per 1.000 kelahiran hidup. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan.
Melalui workshop tersebut, para tenaga kesehatan dibekali berbagai materi terkait penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, sistem rujukan pasien, pencegahan infeksi, hingga teknik penyelamatan bayi baru lahir. Selain pembelajaran teori, peserta juga mengikuti simulasi kasus untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Sebanyak 33 tenaga kesehatan dari Kabupaten Nabire, Mimika, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya mengikuti kegiatan tersebut. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat.
Dinas Kesehatan Papua Tengah menilai peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan salah satu kunci penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Selain memperkuat kemampuan sumber daya manusia, pemerintah juga terus mendorong penguatan sistem rujukan serta ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai.
Melalui kolaborasi berbagai pihak dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan secara berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah optimistis kualitas layanan kesehatan ibu dan anak akan semakin baik sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan di masa mendatang.















