Scroll untuk baca artikel
DAERAHPAPUA

Kementerian Pertanian Percepat Pengembangan Kakao 3.000 Hektare di Nabire, Dongkrak Ekonomi Petani

×

Kementerian Pertanian Percepat Pengembangan Kakao 3.000 Hektare di Nabire, Dongkrak Ekonomi Petani

Sebarkan artikel ini

NABIRE, ARAHWARTA.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melalui program perluasan dan peremajaan tanaman kakao seluas 3.000 hektare. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil Harahap, saat melakukan kunjungan kerja di Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Senin (6/7), mengatakan pengembangan kakao di Nabire terdiri atas 1.000 hektare untuk peremajaan tanaman dan 2.000 hektare untuk perluasan areal tanam.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan sekitar 3.016.000 bibit kakao yang akan didistribusikan kepada para petani. Selain itu, Kementan juga menyalurkan sekitar 11.000 bibit kelapa guna mendukung pengembangan kebun kelapa seluas 100 hektare.

Menurut Ali Jamil, Nabire menjadi daerah dengan program pengembangan perkebunan paling lengkap di wilayah Papua Raya pada tahun ini. Selain kakao dan kelapa, pemerintah juga mengembangkan komoditas kopi serta melakukan penataan tanaman sagu sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor perkebunan.

Ia menegaskan, percepatan pembangunan pembibitan (nursery) menjadi salah satu prioritas agar distribusi bibit kepada petani dapat dilakukan tepat waktu. Kementan juga mengarahkan agar lokasi pembibitan berada sedekat mungkin dengan lahan petani untuk menjaga kualitas bibit selama proses pengangkutan.

“Kami ingin seluruh tahapan berjalan cepat sehingga target penanaman dapat tercapai sesuai jadwal. Ketersediaan bibit yang berkualitas menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujarnya. ([Papua Bangkit][1])

Program tersebut juga merupakan bagian dari kebijakan hilirisasi yang didorong pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan. Dengan meningkatnya produksi kakao, diharapkan ke depan dapat berkembang industri pengolahan di daerah sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyambut baik langkah tersebut dan mengajak masyarakat, pemerintah daerah, serta pemilik hak ulayat untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor perkebunan di daerahnya. Menurutnya, bantuan bibit kakao, kelapa, kopi, hingga pengembangan sagu menjadi peluang besar dalam meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, pengembangan kakao di Nabire diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisi Papua Tengah sebagai salah satu sentra perkebunan unggulan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *