Scroll untuk baca artikel
Tak Berkategori

Sambut Ramadhan dengan Semangat Baru, SD Islamic Center Samarinda Gelar Pawai Obor

×

Sambut Ramadhan dengan Semangat Baru, SD Islamic Center Samarinda Gelar Pawai Obor

Sebarkan artikel ini

Samarinda, 13 Februari 2026 — Ratusan siswa berkumpul meriah menyambut bulan suci pada acara tarhib Ramadhan yang diselenggarakan oleh sebuah sekolah dasar di kawasan Islamic Center. Mengusung tema “Puasa Ramadan Menjadi Sinar, Berkarya, Beribadah, dan Berbagi Menuju Keberkahan Yang Rabbani”, kegiatan tahun ini memadukan nuansa religius dengan sentuhan kreatif lewat pawai obor yang dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Wawancara dengan Kepala Sekolah: Nurhadi, M.Pd

Menurut Nurhadi, M.Pd, kegiatan tersebut merupakan program tahunan yang konsisten diselenggarakan setiap kali sekolah menyambut Ramadhan. “Ini adalah program rutin sekolah. Tahun ini kami mencoba menyegarkan konsep dengan menggelar pawai obor agar lebih menarik bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan pembaruan konsep yang diterapkan: hanya siswa dari kelas atas yang membawa obor asli, sedangkan siswa kelas bawah, termasuk kelas 1 dan 2 membawa replika obor berbasis lampu elektrik. “Tujuannya untuk menjaga keselamatan sambil tetap menciptakan suasana semarak,” kata Nurhadi.

Rute pawai dimulai dari kompleks Islamic Center dan berkeliling jalan-jalan sekitar kawasan tersebut. Peserta tercatat sekitar 600 orang, terdiri dari 517 siswa dan sisanya adalah orang tua murid kelas 1 dan 2 yang ikut mendampingi anaknya sepanjang kegiatan.

Soal keamanan, panitia bekerja sama dengan pihak kepolisian hingga petugas Bhabinkamtibmas, sehingga pelaksanaan acara berjalan tertib dan lancar. Nurhadi menambahkan, “Koordinasi keamanan sudah dimatangkan sejak awal, alhamdulillah tidak ada kendala berarti.”

Di bagian penutup, kepala sekolah berharap kegiatan itu meninggalkan kesan positif bagi siswa. “Harapan kami setelah tarhib ini, anak-anak merasa gembira dan lebih antusias dalam menyambut bulan suci Ramadhan — tidak hanya sebagai tradisi, tetapi juga sebagai momentum memperkuat ibadah dan kepedulian sosial,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *