NABIRE, ARAHWARTA.ID– Ketua Asosiasi Penggerak Ekonomi dan Jasa Konstruksi Enam Suku Pesisir Kepulauan Kabupaten Nabire, Yohan Wanaha, mengapresiasi pelaksanaan musyawarah pemilihan Kepala Suku Besar Moor yang menetapkan Friets G. Senandi sebagai pemimpin adat Suku Moor.
Musyawarah tersebut berlangsung di Kampung Kama, Distrik Kepulauan Moora, Kabupaten Nabire, pada 7 Oktober 2026. Setelah terpilih, Friets G. Senandi juga telah menjalani pengukuhan secara adat.
Yohan menyebut terpilihnya Friets G. Senandi sebagai momentum penting dalam sejarah masyarakat adat Suku Moor. Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa perubahan positif dan mendorong kemajuan masyarakat.
“Saya menyampaikan rasa hormat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala Suku Besar Moor yang telah terpilih, Bapak Friets G. Senandi. Ini merupakan bagian penting dalam sejarah Suku Moor,” ujar Yohan.
Ia berharap pemimpin adat yang baru dapat menjadi penggerak perubahan sekaligus membawa masyarakat Suku Moor menuju kehidupan yang lebih baik.
“Kami berharap ada perubahan-perubahan yang akan dibawa oleh kepala suku yang baru. Kami juga berharap hadirnya peradaban baru bagi Suku Moor, yang dapat membawa masyarakat ke arah yang lebih baik,” katanya.
Menurut Yohan, kepemimpinan adat memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, memperkuat komunikasi, serta membangun kerja sama antara masyarakat Suku Moor dan suku-suku lainnya.
Ia menilai hubungan yang harmonis antarsuku perlu terus dijaga, terutama dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan Kabupaten Nabire.
“Kami berharap Suku Moor dapat terus bekerja sama dengan suku-suku lainnya. Kebersamaan dan persatuan sangat penting agar kita bisa bersama-sama mendorong kemajuan masyarakat,” tuturnya.
Yohan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan musyawarah pemilihan hingga pengukuhan Friets G. Senandi sebagai Kepala Suku Besar Moor secara adat.
Ia berharap Friets G. Senandi dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan baik, menjaga persatuan masyarakat adat, serta membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kebersamaan dan kerja sama antarsuku menjadi modal penting untuk mendorong perubahan positif serta mewujudkan kemajuan masyarakat di wilayah Kepulauan Moora, Kabupaten Nabire.















