Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALDPRD SAMARINDASamarinda

DPRD Samarinda Dorong Pengembangan Transportasi Massal Hadapi Lonjakan Jumlah Kendaraan

×

DPRD Samarinda Dorong Pengembangan Transportasi Massal Hadapi Lonjakan Jumlah Kendaraan

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar.

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menilai pengembangan sistem transportasi massal menjadi kebutuhan yang semakin mendesak seiring terus meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Kota Tepian. Pertumbuhan kendaraan yang telah mencapai sekitar satu juta unit dinilai berpotensi memperparah kemacetan apabila tidak diimbangi dengan penyediaan angkutan umum yang memadai.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Anhar, mengatakan pemerintah daerah perlu mulai menyusun langkah strategis dalam menghadapi tingginya mobilitas masyarakat. Menurutnya, ketergantungan terhadap kendaraan pribadi tidak dapat dibiarkan terus berlangsung tanpa menghadirkan alternatif transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Ia menilai keberadaan transportasi massal bukan hanya menjadi solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Dengan sistem angkutan umum yang terintegrasi, masyarakat akan memiliki pilihan mobilitas yang lebih efisien sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Anhar berpandangan, Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur memiliki peran strategis, terlebih dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan arus mobilitas penduduk maupun aktivitas ekonomi sehingga kebutuhan terhadap sistem transportasi yang modern menjadi semakin penting.

Selain pembangunan sarana transportasi massal, DPRD juga mendorong pemerintah kota untuk menyiapkan infrastruktur pendukung seperti halte, jalur khusus, serta sistem konektivitas antarmoda. Perencanaan yang matang dinilai akan menentukan efektivitas layanan transportasi publik di masa mendatang.

Menurutnya, pengembangan transportasi umum juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan agar mampu menarik minat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi. Faktor ketepatan waktu, keamanan, kenyamanan, dan keterjangkauan tarif menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian dalam penyusunan kebijakan.

DPRD menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan para pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk mewujudkan sistem transportasi yang terintegrasi. Dukungan pendanaan serta sinkronisasi perencanaan menjadi bagian penting agar program tersebut dapat direalisasikan secara bertahap.

Komisi III berharap pengembangan transportasi massal dapat menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Samarinda dalam beberapa tahun ke depan. Dengan sistem transportasi yang lebih modern dan terintegrasi, kemacetan dapat ditekan, mobilitas masyarakat meningkat, serta kualitas lingkungan perkotaan dapat terjaga.

ADV/RZL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *