SAMARINDA – Musim kemarau dengan curah hujan yang minim mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Samarinda dan sekitarnya. Kondisi lahan yang semakin kering dinilai dapat memperbesar risiko kebakaran apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, meminta masyarakat tidak menganggap remeh kondisi tersebut. Menurutnya, periode tanpa hujan yang berlangsung cukup lama membuat kawasan dengan vegetasi kering maupun lahan terbuka menjadi lebih rentan terbakar.

Helmi menyampaikan, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu menjadi perhatian bersama. Langkah pencegahan juga harus dilakukan sejak awal, terutama dengan meningkatkan pengawasan di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Rawan kebakaran itu tentu pasti ada,” ujar Helmi, Rabu (26/8/2026).
Ia menilai kawasan perkebunan, lahan kering, serta wilayah dengan vegetasi yang mudah terbakar perlu mendapat perhatian lebih. Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api.
Kekhawatiran tersebut diperkuat dengan adanya sejumlah kejadian kebakaran di wilayah sekitar Samarinda. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa musim kemarau dapat meningkatkan potensi penyebaran api, terutama pada kawasan yang memiliki lahan terbuka dan vegetasi kering.
DPRD Samarinda tidak hanya mendorong kewaspadaan dari masyarakat. Helmi juga meminta para anggota dewan di masing-masing daerah pemilihan (dapil) ikut memperhatikan perkembangan kondisi di wilayahnya.
Pengawasan di lapangan diharapkan dapat membantu mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Informasi tersebut selanjutnya dapat dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Samarinda maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Menurut Helmi, upaya antisipasi menjadi penting karena penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Pencegahan dan deteksi dini dinilai menjadi langkah yang lebih efektif untuk mengurangi risiko serta mencegah kebakaran meluas.
Dari sisi kesiapan anggaran, Helmi memastikan dukungan untuk menghadapi kondisi darurat telah disiapkan. Namun, ia berharap anggaran tersebut tidak sampai digunakan akibat terjadinya karhutla dalam skala besar.
“Kalau bicara budgeting, yang namanya darurat pasti disiapkan. Tapi mudah-mudahan jangan terjadi,” katanya.
DPRD Samarinda pun mengingatkan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Kewaspadaan masyarakat, pemantauan pemerintah, serta koordinasi dengan unsur penanggulangan bencana menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan warga selama musim kemarau.
ADV/RZL














