SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendorong kehadiran transportasi umum yang dapat menjadi pilihan masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Rencana penyediaan angkutan umum pada 2027 diharapkan tidak hanya menambah pilihan moda perjalanan, tetapi juga secara bertahap mengurangi ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyampaikan dukungannya terhadap rencana tersebut. Menurutnya, keberadaan angkutan umum merupakan bagian penting dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih tertata.
“DPRD sangat mendukung upaya menghadirkan transportasi massal (umum) bagi masyarakat Samarinda,” ujar Deni saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).
Deni menilai, semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi umum, tekanan kendaraan pada sejumlah ruas jalan dapat dikurangi. Kondisi itu diharapkan berdampak terhadap kelancaran lalu lintas sekaligus mengurangi kebutuhan ruang yang selama ini semakin besar akibat penggunaan kendaraan pribadi.
Menurutnya, persoalan parkir juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam penataan transportasi Samarinda. Kendaraan yang parkir di badan jalan dapat mengurangi ruang efektif lalu lintas sehingga berpotensi memperparah kepadatan pada ruas-ruas tertentu.
Karena itu, transportasi umum yang disiapkan pemerintah perlu memiliki layanan yang mudah dijangkau dan mampu memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Dengan pelayanan yang baik, warga diharapkan memiliki alasan kuat untuk memilih angkutan umum dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.
Rencana penyelenggaraan transportasi umum tersebut kini memasuki tahap finalisasi bersama pemerintah pusat. Sebelumnya, Deni bersama Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk membahas rencana penyelenggaraan angkutan umum di Samarinda.
Tahapan selanjutnya akan dilanjutkan melalui pertemuan Wali Kota Samarinda dengan Kementerian Perhubungan. DPRD berharap dukungan melalui APBN 2027 dapat menjadi momentum untuk merealisasikan sistem transportasi umum yang mampu memberikan alternatif mobilitas bagi masyarakat.
Deni juga berharap program tersebut dapat membawa perubahan terhadap pola perjalanan masyarakat Samarinda secara bertahap. Pengurangan kendaraan pribadi di jalan diharapkan turut berdampak pada berkurangnya kepadatan lalu lintas serta persoalan penggunaan badan jalan sebagai lokasi parkir.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan ini berkah untuk kita Samarinda di tahun 2027 mendatang,” katanya.
Dengan tersedianya transportasi umum yang nyaman, mudah diakses, dan sesuai kebutuhan masyarakat, DPRD berharap warga Samarinda semakin terbuka untuk menggunakan angkutan umum sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Langkah tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya membangun sistem transportasi kota yang lebih efektif dan tertata.
ADV/RZL















