Scroll untuk baca artikel
OPINIPAPUA

OPINI | Refleksi Film Pesta Babi: Mari Menjaga Alam secara Proaktif

×

OPINI | Refleksi Film Pesta Babi: Mari Menjaga Alam secara Proaktif

Sebarkan artikel ini

Oleh: Painus Magai

MIMIKA, ARAHWARTA.ID – Setelah menonton film Pesta Babi, saya merasa sedih sekaligus banyak merenungkan keadaan alam di Papua, khususnya di Mimika dan wilayah Kwamki Narama tempat kami tinggal. Film tersebut menggambarkan bagaimana hutan, sungai, dan tanah adat kini menghadapi ancaman besar akibat pembangunan dan berbagai proyek yang sering kali kurang memperhatikan kelestarian lingkungan serta hak-hak masyarakat adat.

Sebagai anak Papua yang lahir dan hidup di Mimika, saya percaya bahwa alam adalah sumber kehidupan masyarakat. Hutan memberi kehidupan, sungai menjadi tempat masyarakat mencari nafkah, dan tanah adat merupakan warisan leluhur yang harus dijaga. Karena itu, menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat Papua.

Film Pesta Babi mengajarkan kepada kita bahwa jangan menunggu alam rusak baru bergerak. Kita harus menjaga alam secara proaktif, artinya mulai menjaga dari sekarang sebelum semuanya terlambat. Jangan menunggu hutan hilang, banjir datang, atau sungai tercemar baru kita menyadari pentingnya alam bagi kehidupan.

Di Mimika saat ini, pembangunan terus berjalan. Jalan, perusahaan, dan berbagai proyek besar semakin banyak masuk. Pembangunan memang penting untuk kemajuan daerah, tetapi jangan sampai masyarakat kehilangan tanah adat dan lingkungan menjadi rusak. Pembangunan harus tetap menghormati hak-hak masyarakat adat serta menjaga keseimbangan alam Papua.

Sebagai generasi muda di Kwamki Narama, kita juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekitar. Hal itu bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan sungai, menanam pohon, dan peduli terhadap hutan di sekitar kita. Anak-anak muda Papua juga harus berani menyuarakan pentingnya menjaga alam demi masa depan bersama.

Film Pesta Babi menjadi pengingat bahwa alam Papua bukan untuk dirusak, melainkan untuk dijaga bersama. Jika alam rusak, masyarakatlah yang pertama merasakan dampaknya. Namun, jika alam tetap dijaga, maka anak cucu kita di Mimika dan Papua Tengah masih dapat menikmati tanah yang hijau, udara yang bersih, serta kehidupan yang damai di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *