Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIAL

Bappeda Kukar Gelar Rapat Internal Bahas Layanan Perpipaan dengan Perumda Tirta Mahakam

×

Bappeda Kukar Gelar Rapat Internal Bahas Layanan Perpipaan dengan Perumda Tirta Mahakam

Sebarkan artikel ini
Rapat internal Bappeda bersama Perumda Tirta Mahakam. (Istimewa)

arahwarta.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan rapat internal bersama Perumda Tirta Mahakam pada Selasa (12/11/2024). Rapat ini bertujuan untuk membahas kemajuan dan tantangan yang dihadapi dalam memberikan layanan jaringan perpipaan kepada masyarakat di Kukar. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan oleh Bappeda di beberapa kecamatan di Kukar.

Kepala Bidang Perencanaan Pemerintah dan Pembangunan Manusia Bappeda Kukar, Gamal Abdul Aziz, menjelaskan bahwa rapat ini bertujuan untuk menilai sejauh mana Perumda Tirta Mahakam telah melaksanakan tugasnya dalam menyediakan layanan perpipaan.

“Rapat ini sebagai tindak lanjut dari monev kami ke kecamatan-kecamatan, untuk membahas kemajuan layanan perpipaan di Kukar,” jelas Gamal pada Selasa (19/11/2024).

Direktur Teknik Perumda Tirta Mahakam, Abdul Latif, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, mereka telah berhasil memberikan layanan jaringan perpipaan ke 150 desa di Kukar. Namun, beberapa desa masih belum mendapatkan layanan penuh akibat keterbatasan investasi untuk memperluas jaringan.

“Perumda Tirta Mahakam sudah melayani 150 desa, tetapi ada beberapa desa yang belum mendapatkan layanan penuh karena terbatasnya investasi untuk jaringan perpipaan,” ujar Abdul Latif.

Abdul Latif menyampaikan bahwa Perumda Tirta Mahakam melayani wilayah yang sangat luas, meliputi 193 desa, 44 kelurahan, dan 20 kecamatan. Untuk memaksimalkan distribusi layanan, mereka memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS) yang dapat memetakan secara spasial jaringan pipa yang telah terpasang. Teknologi ini juga memungkinkan pemantauan kondisi jaringan pipa serta pencatatan posisi pelanggan dengan akurasi yang lebih tinggi.

“Semua desa sudah punya peta jaringan pipa, sekarang sudah teridentifikasi mana saja wilayah yang sudah terlayani. Aplikasi catat meter juga memungkinkan kami mencatat posisi pelanggan dengan akurat,” tambah Abdul Latif.

Namun, meskipun kemajuan telah dicapai, masih ada beberapa kendala, terutama di wilayah Muara Badak. Berdasarkan hasil monev, ada beberapa area seperti Sambera dan Tanjung Limau yang belum terlayani oleh jaringan perpipaan, sebagian karena adanya keterbatasan investasi dan penghalang lain, seperti keberadaan jaringan gas yang menghubungkan Muara Badak ke Marangkayu.

Abdul Latif menegaskan bahwa Perumda Tirta Mahakam akan terus berupaya mencari solusi prosedural untuk memastikan jaringan pipa dapat masuk ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau.

“Perlu ada upaya prosedural untuk memasukkan jaringan pipa ke wilayah yang belum terjangkau,” tegasnya.

Dengan pemanfaatan teknologi yang lebih canggih dan upaya untuk mengatasi kendala yang ada, Perumda Tirta Mahakam berkomitmen untuk terus memperluas dan meningkatkan kualitas layanan perpipaan di seluruh wilayah Kutai Kartanegara. (Adv/Fr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *