SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti pekerjaan drainase di sejumlah kawasan yang belum rampung di tengah kembali munculnya genangan setelah hujan mengguyur Kota Samarinda. Ia mengingatkan bahwa penanganan banjir membutuhkan proses bertahap, disertai dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Genangan kembali terlihat di sejumlah ruas jalan setelah hujan turun selama kurang lebih dua jam. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pengerjaan drainase di beberapa titik masih berlangsung, sehingga sistem penyaluran air belum sepenuhnya berfungsi secara optimal.
Deni menjelaskan, upaya penanganan banjir tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Pemerintah Kota Samarinda perlu melalui tahapan perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan agar penanganan yang dilakukan dapat berjalan sesuai kebutuhan.
“Yang namanya pekerjaan kan tidak simsalabim, sulap langsung selesai pada satu hari itu juga. Pemerintah kota merancang kemudian menyusun segala langkah dalam rangka menanggulangi banjir ketika musim hujan,” kata Deni, Jumat (2/10/2026).
Ia menerangkan, pengerjaan drainase yang dilakukan pemerintah belum mencakup seluruh wilayah Samarinda. Sejumlah kawasan masih berada dalam proses pengerjaan, sehingga kemampuan saluran dalam menampung dan mengalirkan air belum merata.
Deni juga menyebutkan bahwa genangan tidak terjadi di seluruh wilayah kota. Namun, kawasan yang infrastrukturnya masih dalam tahap pengerjaan tetap membutuhkan perhatian hingga pekerjaan selesai dan sistem drainase dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Selain pembangunan infrastruktur, Deni menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kondisi saluran drainase turut dipengaruhi oleh kebiasaan warga dalam membuang sampah, karena sampah yang menyumbat saluran dapat menghambat aliran air.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam saluran drainase maupun tempat-tempat yang berpotensi mengganggu aliran air. Upaya pemerintah melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur perlu diimbangi dengan kesadaran warga untuk menjaga lingkungan tetap bersih.
Penanganan banjir di Samarinda membutuhkan kesinambungan antara penyelesaian pekerjaan drainase, pemeliharaan saluran, dan partisipasi masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan fungsi drainase dapat berjalan lebih optimal dalam mengurangi potensi genangan ketika hujan turun.
ADV/RZL















