SAMARINDA – Wacana pemisahan urusan pariwisata dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda kembali menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Lembaga legislatif menilai sektor pariwisata memiliki karakter pengembangan yang berbeda sehingga memerlukan penanganan yang lebih fokus dan terarah.
DPRD menilai selama ini pariwisata kerap berjalan dalam satu kerangka besar bersama urusan kepemudaan dan olahraga. Kondisi tersebut dinilai membuat pengembangan destinasi wisata belum sepenuhnya optimal, terutama dalam hal perencanaan program jangka panjang dan penguatan daya tarik wisata daerah.
Menurut DPRD, sektor pariwisata sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di Kota Tepian. Namun, potensi tersebut perlu ditopang oleh kelembagaan yang lebih spesifik agar kebijakan yang dihasilkan lebih tajam dan tepat sasaran.
“Pariwisata ini punya karakter yang berbeda. Karena itu, perlu ada fokus yang lebih kuat agar pengembangannya tidak hanya berjalan sebagai bagian dari dinas yang terlalu luas cakupannya,” ujar salah satu anggota DPRD Samarinda.
Meski demikian, DPRD menegaskan bahwa wacana pemisahan ini tidak dapat diputuskan secara terburu-buru. Setiap perubahan struktur organisasi perangkat daerah harus melalui kajian komprehensif yang mencakup aspek regulasi, efektivitas kelembagaan, hingga kesiapan sumber daya manusia.
Selain itu, aspek pembiayaan juga menjadi perhatian penting. Pembentukan dinas baru, jika memang akan dilakukan, harus dipastikan tidak membebani anggaran daerah secara berlebihan serta tetap sejalan dengan kemampuan fiskal pemerintah kota.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Samarinda melalui Disporapar masih melakukan pengkajian internal terkait opsi pemisahan tersebut. Kajian ini mencakup evaluasi struktur organisasi, kebutuhan jabatan, serta dampak terhadap pelaksanaan program yang selama ini berjalan.
Pemerintah menilai bahwa setiap perubahan kelembagaan harus tetap menjaga kesinambungan pelayanan publik. Karena itu, keputusan apa pun yang diambil nantinya diharapkan tidak mengganggu program pengembangan pemuda, olahraga, maupun pariwisata yang sudah berjalan.
DPRD menekankan bahwa penguatan sektor pariwisata tetap menjadi agenda penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih beragam. Dengan pengelolaan yang lebih fokus, sektor ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah dan penciptaan lapangan kerja.
Namun demikian, DPRD juga mengingatkan agar pengembangan sektor ini tetap berbasis perencanaan yang realistis, terutama dalam hal kesiapan infrastruktur pendukung dan promosi destinasi wisata yang berkelanjutan.
Melalui kajian yang sedang berlangsung, DPRD berharap pemerintah dapat menghasilkan keputusan terbaik terkait masa depan kelembagaan sektor pariwisata di Samarinda, apakah tetap berada dalam satu dinas atau dipisahkan agar pengelolaannya lebih optimal.
Yang pasti, DPRD menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan yang mampu memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu pilar ekonomi daerah di masa mendatang.
ADV/RZL















