SAMARINDA — Gangguan pasokan listrik yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kota Samarinda mendapat perhatian DPRD. Pemadaman bergilir yang berlangsung berulang dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak terhadap pelaku usaha yang membutuhkan listrik untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, meminta PT PLN memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, pemadaman yang terjadi berulang kali dalam periode yang cukup panjang membuat masyarakat harus menanggung dampak dari terganggunya pelayanan listrik.
DPRD menilai persoalan tersebut perlu diselesaikan secara menyeluruh, bukan hanya melalui pengaturan jadwal pemadaman. Perbaikan keandalan sistem kelistrikan dinilai menjadi kebutuhan utama agar masyarakat memperoleh kepastian pelayanan.
Abdul Rohim juga menyoroti dampak pemadaman terhadap pelaku usaha. Bagi sektor usaha yang bergantung pada peralatan listrik, terhentinya pasokan dapat menghambat aktivitas produksi maupun pelayanan kepada pelanggan.
Karena itu, DPRD mendorong adanya bentuk kompensasi bagi pelanggan yang terdampak. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk tanggung jawab penyedia layanan ketika gangguan listrik memberikan kerugian atau ketidaknyamanan kepada masyarakat.
Dorongan mengenai kompensasi tersebut sebelumnya juga menjadi perhatian dalam pembahasan pemadaman bergilir di Kalimantan Timur. PLN disebut masih melakukan pengkajian mengenai bentuk maupun besaran kompensasi serta pelanggan yang memenuhi ketentuan.
Di sisi lain, DPRD Samarinda meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab pemadaman dan langkah yang sedang dilakukan untuk mengatasinya. Informasi yang jelas diperlukan agar masyarakat tidak hanya menerima jadwal pemadaman, tetapi juga mengetahui perkembangan penanganan gangguan.
Menurut DPRD, kebutuhan listrik saat ini telah menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat. Rumah tangga membutuhkan listrik untuk kebutuhan sehari-hari, sementara dunia usaha bergantung pada pasokan listrik untuk menjaga kegiatan ekonomi tetap berjalan.
Karena itu, persoalan keandalan listrik tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan teknis. Ketika pemadaman berlangsung berulang, dampaknya dapat merambat ke berbagai sektor dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
DPRD Samarinda berharap PLN segera mempercepat langkah pemulihan sistem sekaligus memastikan pola pemadaman tidak berlangsung berkepanjangan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan penyampaian informasi kepada masyarakat juga perlu diperkuat.
Bagi DPRD, pelayanan listrik yang andal merupakan bagian penting dari kebutuhan dasar masyarakat. Jika gangguan tidak dapat dihindari, maka kepastian informasi dan pemenuhan hak pelanggan, termasuk kemungkinan kompensasi sesuai ketentuan, harus menjadi perhatian.
Dengan perbaikan sistem dan evaluasi menyeluruh, DPRD Samarinda berharap persoalan pemadaman berulang dapat segera berakhir sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha kembali berjalan normal.
ADV/RZL















