Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIAL

Pjs. Bupati Kukar Ingatkan Potensi Kerawanan Pilkada 2024 dan Pentingnya Partisipasi Pemilih

×

Pjs. Bupati Kukar Ingatkan Potensi Kerawanan Pilkada 2024 dan Pentingnya Partisipasi Pemilih

Sebarkan artikel ini
Pjs. Bupati Kukar, Bambang Arwanto.

arahwarta.id – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 yang hanya tinggal 9 hari lagi, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Bambang Arwanto, mengingatkan berbagai potensi kerawanan yang dapat muncul selama proses demokrasi ini. Kerawanan yang perlu diwaspadai meliputi kecurangan kampanye, distribusi logistik, pemungutan suara, penghitungan suara, hingga tahapan rekapitulasi dan penetapan pasangan calon terpilih.

Bambang Arwanto menggarisbawahi beberapa masalah yang sering muncul dalam Pilkada, seperti politik uang, penggunaan fasilitas negara untuk kampanye, kampanye hitam, serta penyebaran berita hoaks melalui media sosial. Selain itu, isu netralitas ASN, pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang tidak sesuai aturan, hingga kampanye berbasis SARA juga menjadi perhatian serius.

“Selain itu, kita juga perlu waspada terhadap potensi konflik antar pendukung pasangan calon dan masalah pada tahapan distribusi logistik yang berpotensi terlambat, mengalami pencurian, atau rusak akibat cuaca,” ujar Bambang Arwanto, Kamis (21/11/2024).

Pjs. Bupati Kukar juga menyoroti potensi pemungutan suara susulan yang bisa terjadi di beberapa wilayah. Untuk memastikan kelancaran Pilkada, ia menjelaskan bahwa Pemkab Kukar telah menyediakan bantuan dan fasilitas kepada penyelenggara pemilu, seperti penugasan personel, sarana ruangan untuk sekretariat PPK, Panwaslu kecamatan, dan PPS. Pemerintah juga aktif melakukan sosialisasi Pilkada, termasuk sosialisasi politik kepada berbagai segmen masyarakat, seperti perempuan, tokoh adat, tokoh agama, dan pengurus organisasi masyarakat.

Bambang Arwanto menekankan pentingnya partisipasi pemilih sebagai barometer keberhasilan Pilkada. Mengingat pada beberapa Pilkada sebelumnya, tingkat partisipasi pemilih di Kukar masih di bawah target nasional sebesar 77,5%, ia berharap sosialisasi yang lebih intens dapat meningkatkan partisipasi masyarakat. Data sebelumnya menunjukkan tingkat partisipasi yang bervariasi, dengan Pemilu Serentak 2019 mencapai 81,24%, namun Pilkada Bupati Kukar 2020 hanya mencapai 57%.

“Partisipasi pemilih sangat penting. Kami berharap melalui sosialisasi yang lebih intensif, tingkat partisipasi dapat meningkat, sehingga Pilkada 2024 dapat berjalan lebih sukses,” tambah Bambang Arwanto.

Pjs. Bupati Kukar juga mengungkapkan komitmen pemerintah untuk mendukung pelaksanaan Pilkada dengan mengalokasikan dana sesuai peraturan yang berlaku, serta melakukan monitoring terhadap tahapan Pilkada. Untuk mendorong masyarakat menggunakan hak pilih mereka, Pemkab Kukar juga memberikan hibauan melalui media massa dan pemasangan baliho.

“Bersama-sama, kita pastikan Pilkada serentak 2024 berjalan lancar dan demokratis, serta menghasilkan pemimpin yang amanah dan dapat membawa kemajuan bagi Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutup Bambang Arwanto. (Adv/Fr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *